Serunya Eduwisata di Kampung Organik Brenjonk

BRENJONK adalah sebutan kampung organik di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Nama itu berasal dari Komunitas Brenjonk Lestari yang menginisiasi pendirian kampung tersebut sekitar tahun 2003 lalu. Sesuai namanya, branding kampung organik mengacu pada kultur bertaman sayur yang dikembangkan warga setempat.


Pendirian kampung organik bermula dari pelatihan bertaman sayur yang diajarkan Komunitas Brenjonk Lestari kepada warga Desa Penanggungan. Lewat pelatihan tersebut, warga diajak membangun taman sayur mayur di rumah masing-masing.


Tujuannya, warga dapat menjadi penghasil makanan sendiri, mulai dari menanam di ladang hingga menyajikannya di atas piring.
Langkah ini sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat dengan rajin mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Apalagi, cara menanam yang diajarkan Brenjonk adalah pertanian organik. Warga diajak memanfaatkan limbah kotoran sebagai pupuk, sehingga hasil tanaman dijamin alami tanpa campuran zat berbahaya.


Brenjonk juga menerapkan konsep urban farming, sehingga tak memerlukan lahan luas untuk bertaman sayur. Warga dapat membangun green house berukuran kecil di sekitar rumahnya, atau menanam sayur mayor di pot, polybag, hingga paralon.
Untuk memulai bertaman sayur, warga difasilitasi dana pinjaman untuk membeli bibit, kelengkapan green house, serta media tanam. Nantinya, hasil tanaman warga dikumpulkan menjadi satu dan dijual ke berbagai pusat penjualan sayur menggunakan nama Brenjonk sebagai merek dagang. Keuntungan yang didapat dikembalikan kepada Brenjonk sebagai pengganti modal awal. Jika telah lunas, keuntungan sepenuhnya menjadi milik warga.


Kini, kampung organik Brenjonk semakin dikembangkan menjadi destinasi eduwisata. Pengunjung dapat mengikuti pelatihan menanam organik dari pengelola Brenjonk usai mendaftar terlebih dahulu. Sebab, banyak akademisi melakukan penelitian atau studi lapang di sana.


Brenjonk menawarkan suasana kampung yang asri. Pengunjung dapat menyusuri rumah-rumah warga yang dikelilingi hijaunya taman sayur dan buah-buahan. Mulai dari tomat, bayam, kangkung, labu sayur, hingga buah-buahan seperti pisang dan salak.
Pemandangan yang indah dan sedap dipandang mata. Di sana juga disediakan sebuah kafe yang menyediakan menu makanan organik untuk mengisi perut.


Sebagai buah tangan, pengunjung dapat berburu aneka sayur mayur dan buah-buahan organik. Baik membelinya secara langsung kepada warga atau mendatangi pusat penjualan Brenjonk. Harga yang ditawarkan murah meriah, namun kualitasnya tak kalah dengan produk sejenis di pasar swalayan.

sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2017/01/18/serunya-eduwisata-di-kampung-organik-brenjonk